Langsung ke konten utama

Ini Alasan Kenapa Kaki Dan Ketiak Mudah Geli

Pemilik foto : @classysassyjunk


Selera Unik – Ketiak dan telapak kaki hampir sebagian besar orang menjadi bagian tubuh yang paling tidak tahan geli. Kenapa dua bagian ini paling sensitif dan tidak tahan jika digelitik atau disentuh? Berikut selera unik memberikan faktanya, seperti yang di kutip dari beritaunik.net.
Beberapa orang mungkin memiliki bagian sensitif yang berbeda, karena pada titik tersebut menghasilkan refleks geli dengan derajat yang bervariasi atau bahkan tidak sama sekali. Seseorang mungkin memiliki daerah sensitif dimana orang lain tidak merasakan apapun.
Telapak kaki dan ketiak merupakan dua daerah dalam tubuh yang paling sensitif bagi kebanyakan orang. Hal ini karena pada telapak kaki memiliki konsentrasi Meissner’s corpuscles yang lebih tinggi. Ujung dari saraf ini akan membuat telapak kaki memiliki kadar geli yang lebih tinggi daripada bagian tubuh lainnya, seperti dikutip dari health.
Biasanya tempat yang paling geli adalah tempat yang sangat rentan terhadap serangan, setidaknya di sekitar bagian atas tubuh. Pada bagian ketiak mengandung pembuluh darah dan arteri, serta memungkinkan akses leluasa ke jantung karena tulang rusuk sangkar tidak lagi memberikan perlindungan kepada rongga dada di sekitar ketiak.
Hal yang sama juga berlaku pada bagian tubuh yang geli lainnya seperti leher. Karena tidak ada perlindungan dari tulang, maka secara otomatis seseorang akan bereaksi ketika daerah tersebut disentuh oleh orang lain. Sebagai tambahan, saraf reseptor yang dekat dengan permukaan kulit akan membuat sensitifitasnya makin tinggi.
Selain itu, leher juga mengandung bagian-bagian penting. Seperti karotid yang akan memasok darah ke otak serta batang leher yang membawa udara ke paru-paru juga terletak dibagian depan leher.
Peneliti juga menunjukkan bahwa cerebellum (otak kecil), yang merespons sentuhan akan menunjukkan aktivitas yang lebih saat diberi sentuhan yang mendadak dibandingkan dengan sesuatu yang telah diantisipasi. Jika otak sudah bisa mengenali sentuhan yang akan datang, hal ini akan membuat saraf respons tidak terlalu intens. Makanya seseorang tidak akan pernah berhasil menggelitik diri sendiri.
Seseorang yang tertawa saat digelitik dipengaruhi oleh faktor sosial, karena orang akan tertawa jika yang melakukan sentuhan tersebut adalah seseorang yang dekat atau sudah merasa nyaman satu sama lain seperti orang tua, sahabat, atau teman. Namun, jika yang melakukannya adalah orang lain, responsnya bukan tertawa tapi bisa saja menjadi marah

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Insiden Ernest Prakasa 'Menginjak' Kepala Anis Matta

Pada kenal Ernest Prakasa, ngak? Nah, kalau kalian penggemar Stand Up Comedy Indonesia  mungkin sudah tidak asing dengan nama ini. Iya, Ernest adalah juara ketiga Stand-Up Comedy Kompas TV, yang belakangan mulai populer berkat kepiawaiannya dalam melakukan lawakan tunggal yang digawanginya bersama komunitas StandUpIndo. Tadi malam Sabtu (19/2), penduduk twitter Indonesia dihebohkan dengan sebuah foto yang diposting oleh Ernest Prakasa melalui akun twitternya (@ernestprakasa) yang sedang menginjak spanduk bergambar Anis Matta. Dalam foto tersebut Ernest dengan jelas memperlihatkan kedua kakinya menginjak foto salah satu tokoh politik dari Partai Islam itu. 
Tidakan heboh yang dilakukan Ernest ini menuai banyak cemoohan dan tanggapan negatif dari pengguna twitter, tak terkecuali dari kader-kader PKS. Kader-kader PKS yang dikenal sangat solid dan aktif di media sosial twitter, langsung mendesak agar Ernest menghapus postingannya dan meminta maaf kepada Presiden Partai mereka. Kecaman ju…

Berzina Di dalam Mobil, Tewas Tertabrak

Seperti di beritakan oleh akun facebook Bioarabasta, Tabrakan maut terjadi antara pikap Suzuki Carry dan Toyota Rush di Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum), Desa Alue Kumba, Kecamatan Rantau Seulamat, Aceh Timur, Kamis (27/11) sore. Insiden itu menyebabkan tiga korban meninggal di tempat, seorang lagi selamat.
Kejadian itu berlangsung sekitar pukul 15.00 WIB. Toyota Rush warna putih BK 1484 PI yang ditumpangi tiga orang, dua di antaranya meninggal akibat lakalantas itu, yakni Praka Hariadi (30), anggota Kompi C Yonif Raider/111 Paya Bakong, Aceh Utara, dan Fitri (20), warga Gampong Aceh, Kecamatan Idi Rayeuk, Aceh Timur. Saat di Temukan Mayat Hariadi dan Fitri Telanjang Bulad.
Seorang lagi selamat, yakni Pratu Mediriansyah (20), anggota TNI Kompi E Raider/111 Paya Bakong, Aceh Utara. Sementara pengemudi Suzuki Carry BL 8124 DE, Kafrawi (54), berprofesi PNS, tewas. Alhamrum tercatat sebagai warga Paya Meuligo, Kecamatan Peureulak Kota, Aceh Timur.

Saksi mata menyebutkan, mobil Toyota Rush me…